Perintahkan GCS Bongkar Pagar
SURABAYA – Grand City Surabaya (GCS) belum membongkar pagar seng yang menutupi trotoar dan saluran airnya di Jl. Anggrek Surabaya. Meski sudah di-deadline DPRD Surabaya agar membongkar pagar seng itu pada 6 Desember, tapi GCS belum melakukannya.
Pantauan di lapangan menunjukkan pagar seng GCS hanya dimundurkan sekitar 50-100 cm dari lokasi pagar sebelumnya. Namun, penggeseran pagar seng tersebut masih menyisakan banyak ruas trotoar dan saluran yang awalnya ikut terpagari. Ruas trotoar dan saluran yang masih dipagari GCS lebarnya sekitar 50-150 cm dengan panjang sekitar 437 meter.
Kalau pun damija itu disewakan, tarifnya adalah Rp 500 ribu per meter per bulan. Karena damija yang dipagar seng oleh GCS luasnya sekitar 437 x 2 meter atau sekitar 874 meter persegi, maka biaya sewa yang harus ditanggung Rp 437 juta per bulan.
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Adies Kadir mengatakan pihaknya meminta agar pagar seng di lokasi saluran dan trotoar dibongkar. Pemagaran itu sama halnya dengan memakai tanah negara tanpa izin. Padahal, pemakaian tanah negara harus disertai izin. “Kami minta GCS segera membuka pagarnya. Kalau tidak, saya meminta Satpol PP untuk membongkarnya,” kata Adies.
Tentang alasan GCS untuk membangun ulang saluran dan trotoar di sana, Adies menegaskan, “Silakan memperbaiki trotoar dan saluran airnya, tapi daerah milik jalan itu jangan ditutup seng, nanti malah memunculkan masalah baru.”
Pemkot mengamini apa yang diusulkan dewan. Bila dewan meminta agar pagar seng di GCS dibongkar, pihaknya akan mengikutinya. “Kami setuju pagar seng dibongkar karena memang menyalahi aturan,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot, Ir Sri Mulyono.
Hanya saja soal pembongkaran paksa, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Satpol PP. “Itu bukan tugas kami, tapi tugasnya Satpol PP,” katanya.
Di lain pihak, Kepala Satpol PP Pemkot, Arif Budiarto mengatakan, pembongkaran menunggu surat perintah dari Asisten I Sekkota.
Sementara Budiwan, salah satu menajar GCS mengatakan, pagar seng itu untuk menutupi agar tanah uruk di lahan GCS tidak meluber ke jalan raya. Namun, kalau pagar seng dipersoalkan pihaknya akan membongkarnya. Janji yang sama dilontarkannya menjelang sidak Komisi A beberapa waktu lalu.
Tentang perbaikan trotoar dan saluran air di sana, dia berjanji baru bisa selesai paling lambat akhir Januari.
Sumber : Surabaya Post
tutup



May 10th, 2010 at 4:40 am
Yang paling penting adalah apapun golangannya, apapun partainya, apapun status sosialnya walikota & wakil walikotanya Surabaya ya Arif Afandi dan Adies Kadir.