Adies Inginkan PAUD Maju
Surabaya – Kendati keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya bukan merupakan program utama Dinas Pendidikan menuntaskan wajib belajar, namun PAUD tidak seharusnya dianggap sebelah mata.
Pernyataan tersebut diungkapkan calon walikota Ir Adies Kadir SH MHum saat meninjau beberapa lokasi PAUD yang ada di Surabaya. Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya itu, sarana dan prasarana yang dipakai PAUD kebanyakan kurang memadai.
“Memang PAUD bukan program wajib belajar 12 tahun, tapi jangan mentang-mentang bukan program wajib belajar maka keberadaan PAUD dibuat asal-asalan. Ya harus sama dong,” kata Adies saat berkunjung ke PAUD Damar di jalan Darmokali.
Diakui Adies, saat ini masyarakat mulai merasakan manfaat keberadaan PAUD. Animo besar masyarakat ini dilihat dari jumlah anak didik PAUD yang menunjukkan grafik naik. Namun hal itu tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai.
“Kalau hal ini dibiarkan maka bisa-bisa program PAUD bisa gagal. Sebab, mana ada orangtua yang memasukkan anaknya ke PAUD apabila kondisinya dibiarkan terus begini,” ujar Adies Kadir.
Dalam kunjungan itu Adies Kadir mendengar langsung keluh kesah para bunda PAUD. Para bunda PAUD itu mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah, terutama soal biaya operasional dan gaji.
Menanggapi hal ini Adies berjanji akan memberikan pelatihan ke bunda PAUD. Hal ini dimaksudkan agar materi pelajaran yang diberikan ke anak didik lebih bervariasi dan berkualitas. “Mohon doa dan dukungannya, Insya Allah saya akan memperjuangkan kemajuan PAUD,” pungkas Adies.

