“Pak Adies, Biaya Berobat Kok Masih Mahal?”
Surabaya – Bacawali dari Partai Golkar Adies Kadir berjanji akan menggratiskan biaya pengobatan di puskesmas, bila terpilih menjadi walikota Surabaya. Janji tersebut disampaikan ketika berdialog dengan warga Gubeng Klingsingan, Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng, Kamis (7/1) malam.
Dialog itu dilakukan setelah Adies menghadiri acara syukuran sedekah bumi di makam Demang Joyorono, pendiri kampung Gubeng. Warga sempat mengeluhkan biaya kesehatan yang makin mahal. Adies mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
Ia pun mencetuskan bakal menggratiskan biaya pengobatan di puskesmas tanpa embel embel apapun. “Jika saya diamanahi masyarakat, saya janji menggratiskan semua biaya pengobatan di puskesmas,” katanya.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menyatakan siap ditagih janji. Bahkan ia menegaskan tidak ingin terlalu muluk-muluk bicara. Menurut ketua Fraksi Partai Golkar ini, biaya kesehatan memang harusnya ditanggung pemerintah. “Silakan demo saya jika saya tidak menepati janji,” cetus dia.
Tentang ide panggratisan itu, ia memberikan pemikiran sederhana. Menurut Adies, masyarakat berobat ke puskesmas karena mereka tidak memiliki cukup duit. Sebaliknya jika punya duit, pilihan masyarakat pasti berobat ke rumah sakit yang pelayanannya lebih lengkap.
“Jadi mestinya warga tidak perlu ditanya lagi soal ini dan itu. Kalau warga ini ke pskesmas, berarti mereka itu tidak punya uang. Kalau punya uang tujuannya pasti masuk rumah sakit,” terangnya.
Ia juga sempat menyentil adanya pemberitaan di koran yang mengabarkan tentang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Gara-gara SKTM tidak dipakai lagi, tukang becak terpaksa menjual becaknya untuk berobat. “Saya prihatin, bagaimana dengan tukang becak itu. Setelah becaknya dijual, ia kerja memakai apa?” ungkapnya kemudian.

