Profil

adies kadir bersama anak dan istriBagi Ir. Adies Kadir, SH MHum, aktivitas politik lebih dulu dikenalnya daripada dunia hukum. Kini, ia pun berusaha mewujudkan dengan menjadi calon legislatif dari Partai Golkar. Perubahan apa yang ingin diwujudkannya?

Pengalaman di dunia politik tidak perlu diragukan. Sejak tahun 1999, Adies Kadir sudah aktif menjadi pengurus Partai Golkar di Kecamatan Dukuh Pakis sebagai bendahara. Tekanan yang dialami Partai Golkar di era reformasi saat itu tidak menyurutkan niatnya untuk berkiprah di partai tersebut. ”Justru saat itu saya merasa tertantang untuk membesarkan Partai Golkar dan menunjukkan bahwa partai Golkar itu mempunyai visi untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan martabat bangsa,” ujarnya.

Optimisme yang begitu kuat pada diri Adies, membuat karir politiknya semakin maju. Empat tahun sebagai bendahara, tahun 2003 ia pun didaulat untuk menduduki wakil ketua partai Golkar kecamatan Dukuh Pakis dan Ketua AMPG Dukuh Pakis. Untuk menambah ilmu pengetahuannya, Adies pun melanjutkan kuliah lagi di Fakultas Hukum Universitas Merdeka dan dilanjutkan lagi di Program Pascasarjana Ilmu Hukum di Universitas Bhayangkara. ”Setelah lulus itulah, saya mulai berkecimpung di dunia hukum sebagai advokat,” tandasnya.

Sebagai aktivis politik dan advokat, Ketua AMPG Kota Surabaya ini sering bersentuhan dengan problem perkotaan di Surabaya. Termasuk dalam hal pelayanan publik. Ia menilai, pelayanan publik di kota Surabaya ini masih belum efektif dan efisien. Masing-masing institusi pelayanan publik masih mengedepankan ego sektoral dan cenderung mempersulit masyarakat dalam memperoleh haknya.

Misalnya, untuk memperoleh akte kelahiran, KTP, KSK, masyarakat masih sering mengalami kekecewaan. Mulai dari waktu yang lama, biaya, dan pelayanan institusi yang tidak menyenangkan. ”Bagi saya, pelayanan publik semacam ini harus diperbaiki dan ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya. Makanya, salah satu program saya bila terpilih menjadi caleg DPRD Kota Surabaya adalah perbaikan dan peningkatan pelayanan publik,” ungkapnya.

Bidang hukum dan pemerintahan juga menjadi salah satu fokusnya. Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia hukum, pembuatan peraturan daerah yang partisipatif dan bisa dilaksanakan oleh masyarakat merupakan agenda yang harus diselesaikan. Sebab, setiap perda yang dibuat itu membawa implikasi terhadap masyarakat.

Yang pasti, Adies tidak ingin perda-perda yang dibuat di dewan nanti malah menambah beban masyarakat, memberatkan investor,dan tidak dipatuhi oleh rakyat. ”Seharusnya di era otonomi daerah, perda yang menyangkut retribusi, pajak, dan lainnya bisa dikurangi, karena hal itu memberatkan investor, pengusaha, dan rakyat,” ujarnya.

adies-kadir-golkarLalu bagaimana agar para anggota dewan itu tidak terkena kasus korupsi, Adies mengungkapkan, bahwa mereka yang terkena kasus korupsi adalah yang melanggar UU. Oleh karenanya, nantinya sebagai anggota dewan, setiap tindakan atau perbuatan itu harus mempunyai dasar hukum dan mekanisme yang jelas. ”Dengan dasar hukum dan mekanisme yang jelas, saya yakin anggota dewan itu tidak terkena kasus korupsi,” paparnya.

Dunia politik bukanlah hal yang baru bagi Adies Kadir. Sejak kuliah di Universitas Wijaya Kusuma tahun 1987, ia sudah menjadi aktivis kampus. ”Saat itu saya menjabat wakil ketua senat,” kata lulusan Fakultas Teknik Sipil ini.
Hal ini didukung pula oleh aktivitas orang tuanya yang aktif di Golkar. ”Saya terbiasa mengikuti kampanye Golkar saat itu. Jadi, tak heran bila afiliasi saya lebih condong ke Partai Golkar,” paparnya.

Tahun 1999 keinginannya aktif di Partai Golkar (PG) terwujud. Meski saat itu, PG sedang terpuruk oleh desakan rakyat yang menuntut pembubaran, Adies tidak pesimis. Ia tetap optimis untuk membesarkan PG ini apapun situasi dan kondisinya. Langkahnya pun mulai dari bawah. ”Pertama kali bergabung saya menjabat sebagai bendahara PG di Kecamatan Dukuh Pakis. Lalu naik sebagai wakil ketua dan juga Ketua AMPG,” ungkapnya.

Seiring dengan meningkatnya karirnya di dunia politik, Adies berusaha menambah ilmu pengetahuannya dengan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Merdeka. Dan dilanjutkan lagi mengambil Magister Hukum di Universitas Bhayangkara.

Karirnya di dunia politik pun semakin meningkat. Seiring dengan keinginannya untuk kuliah lagi di Fakultas Hukum Universitas Merdeka.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. BIODATA

NAMA : Ir. ADIES KADIR, SH.,MHum.

TETALA : Balikpapan, 17 Oktober 1968

JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI

AGAMA : ISLAM

ALAMAT : JL. Kencanasari Timur IX/J-23 Surabaya 60224

PEKERJAAN : 1. Komisaris Utama PT. ADIJAYATEK

2. Direktur Utama CV. DELAVICI

3. Konsultan Hukum “ AS ” Law Office

B. KELUARGA

1. Istri : LITA ANASTASIA, S.Ked.

2. Anak : 1. ADELA KANASYA ADIES

2. ADIEL MUHAMMAD KANANTHA

C. PENDIDIKAN

- SDN VII Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah, Lulus Tahun 1981.

- SMPN 1 Samarinda – Kalimantan Tengan, Lulus Tahun 1984.

- SMAN 3 Kupang – Nusa Tenggara Timur, Lulus Tahun 1987

- S-1 FAKULTAS TEKNIK SIPIL UWK SURABAYA, Lulus Tahun 1992

- S-1 FAKULTAS HUKUM UNMER, Lulus Tahun 2003

- S-2 FAKULTAS HUKUM UNMER MALANG, Lulus Tahun 2007

D. PENGALAMAN ORGANISASI

- Pengurus KADIN Jawa Timur. ( 2006 – Sekarang)

- Pengurus Motor Besar Club (MBC) Jawa Timur. (2008 – Sekarang)

- Wakil Direktur Bhayangkara Lawyer Club (BLC) Jawa Timur (2007 – 2012)

- Wakil Sekertaris KNPI Jawa Timur. (2006 – Sekarang)

- Wakil Ketua Partai Golkar Surabaya. (2004 – 2009)

- Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Surabaya (2004-2009)

- Ketua Ormas MKGR Kota Surabaya (2008 – 2013)

E. PENGALAMAN ORGANISASI

- Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya (2004-sekarang

  • Share/Bookmark